Follow kami di twitter @opplek

kunjungi blog kami di http://www.opplekcommunity.blogspot.com/ Dan fanpage kami : http://www.facebook.com/opplek

Follow kami di twitter @opplek

kunjungi blog kami di http://www.opplekcommunity.blogspot.com/ Dan fanpage kami : http://www.facebook.com/opplek.

Follow kami di twitter @opplek

kunjungi blog kami di http://www.opplekcommunity.blogspot.com/ Dan fanpage kami : http://www.facebook.com/opplek.

Follow kami di twitter @opplek

kunjungi blog kami di http://www.opplekcommunity.blogspot.com/ Dan fanpage kami : http://www.facebook.com/opplek.

Follow kami di twitter @opplek

kunjungi blog kami di http://www.opplekcommunity.blogspot.com/ Dan fanpage kami : http://www.facebook.com/opplek.

Rabu, 14 Januari 2015

Yang Penting, Telaten

                                                                                       
foto: kerjabakti penggarapan lahan toga oleh opplek


Pohon mahkota dewa“ASAL telaten, insya Allah semua penyakit bisa disembuhkan dengan tanaman obat. Yang perlu diperhatikan, ramuan toga jangan dicampur dengan bahan kimia. Juga, selama penyembuhan si sakit harus menghindari makanan pantangan,” wanti-wanti Kasimin, untuk meyakinkan bahwa toga diciptakan oleh Sang Maha Pencipta untuk menyembuhkan berbagai penyakit secara alami. Mulai penyakit ringan sampai berat.

Telaten (sabar dan melakukan secara rutin) memang menjadi syarat bagi pengguna obat-obatan dari alam. Sebab, khasiat tanaman obat ini tidak bisa dirasakan langsung. Namun melalui proses panjang, sampai si penderita sembuh dari sakitnya.

Kasimin lantas mencontohkan penyakit berat yang bisa sembuh dengan ramuan toga, yakni kanker payudara dan diabetes. Ramuan toga untuk menyembuhkan penyakit tersebut, terdiri dari buah mahkota dewa, rimpang keladi tikus, daun sisik naga, daun ande-ande lumut, daun binahong, daun sambiloto, tali putri dan lidah buaya.

Ramuan toga tadi, kata Kasimin, direbus sampai mendidih dalam wadah yang terbuat dari stainless atau yang lebih bagus menggunakan kuali (dari bahan tanah liat). Air untuk merebus sebanyak dua gelas. Setelah air kira-kira tinggal satu gelas, perebusan dihentikan, kemudian didinginkan. Rebusan toga tadi lantas dibagi menjadi tiga dan masing-masing diminum pagi, siang dan sore/malam. Proses ini harus dijalani sampai sembuh.

Selain dengan toga rebusan, luka yang terjadi akibat kanker payudara dan diabetes bisa sembuh dengan bobok daun-daun mahkota dewa, sambiloto, ande-ande lumut, binahong dan tali putri. Bobokan ini dibalurkan pada bagian luar luka, kemudian ditutup dengan belahan lidah buaya, lalu dibebat dengan perban.

“Dengan ramuan ini, sudah ada penderita yang sembuh dalam waktu tiga hari. Yang penting, selama penyembuhan jangan makan ikan laut dan daging kambing,” katanya 




twitter : @opplek fanpage : http://facebook.com/opplek